Data Pekerjaan Penduduk Desa Jatisari Bondowoso

Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Jatisari dapat teridentifikasi ke dalam beberapa bidang mata pencaharian, seperti : petani, buruh tani, PNS/TNI/POLRI, karyawan swasta, pedagang, wiraswasta, pensiunan, buruh bangunan/tukang, peternak. Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat pada Tabel 6.

Berdasarkan tabulasi data tersebut teridentifikasi, di Desa Jatisari jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian ada 73,5%. Dari jumlah tersebut, kehidupannya bergantung di sektor pertanian, ada 56.% dari total jumlah penduduk.

Jumlah ini terdiri dari buruh tani terbanyak, dengan 14,3% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 11% dari total jumlah penduduk. Petani sebanyak 56% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 73,5% dari total jumlah penduduk.

Terbanyak ketiga adalah Wiraswasta dengan 16,9% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 9,6% dari total jumlah penduduk. Sementara penduduk yang lain mempunyai mata pencaharian yang berbeda-beda, ada yang berprofesi sebagai PNS, TNI, POLRI, pedagang, karyawan swasta, sopir, wiraswasta, tukang bangunan, dan lain-lain.

 

Tabel 5. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian

Desa Jatisari Tahun 2015

No. Jenis Pekerjaan Jumlah Prosentase

dari Total Jumlah Penduduk

  1. Petani 245 9,3
  2. Buruh tani 377 14,3
  3. PNS/TNI/POLRI 18 0,6
  4. Karyawan swasta 2 0.07
  5. Pedagang 10 0,37
  6. Wirausaha 1 0,037
  7. Pensiunan 3 0.011
  8. Tukang bangunan 112 4,2
  9. Peternak 447 16,9
10. Lain-lain/tidak tetap 720 27,4
  Jumlah 1935 73,5 %

Sumber : Aplikasi SIAK Desa Jatisari Kecamatan Wringin, Tahun 2015

 

Dengan demikian dari data tersebut menunjukkan bahwa warga masyarakat di Desa Jatisari memiliki alternatif pekerjaan selain sektor buruh tani dan petani. Setidaknya karena kondisi lahan pertanian mereka sangat tergantung dengan curah hujan alami. Di sisi lain, air irigasi yang ada tidak dapat mencukupi untuk kebutuhan lahan pertanian di Desa Jatisari secara keseluruhan terutama ketika musim kemarau. Sehingga mereka pun dituntut untuk mencari alternatif pekerjaan lain.